February 13, 2009 9:03:00 PM
Setelah lebih dari satu bulan semenjak lamaran kk waktu itu, akhirnya keluarga aku berniat untuk menjawab lamaran tersebut dengan datang ke rumah kk di Sukabumi. Tadinya sih niatnya Papa, jawaban lamaran tersebut lewat aku sama kk aja...tapi karena Om Har, Mas Koko dan Mama maunya jawab langsung kesana, jadilah kita memutuskan Minggu, 25 Januari 2009 kita ke Sukabumi sekaligus silaturahmi ke keluarga kk disana..
Inti dari acara ke Sukabumi sebenarnya adalah untuk menjawab lamaran dari keluarga kk waktu itu...sekaligus untuk ngasih tau kalo keluarga kita udah netapin tanggal untuk pernikahan aku sama kk....
Berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi...krn agak-agak ngga tau jalan, aku nyuruh kk brg aja ke sukabuminya sekaligus sebagai penunjuk jalan...yang ikut ke Sukabumi hari itu Mama, Papa, Mbak Kiki, Bule Sri, Om Is, Om Agus, Mbah Putri & Mbah Kakung ( Alhamdulilah Mbah yang sebelumnya kambuh darah tingginya, bisa ikutan )...
Semuanya tumplek blek dalam satu mobil bareng sama bebawaan yang udah disiapin mama & papa...sebelum akhirnya ketemuan sama Om Har, Bule Dar dan Mas Koko di area peristirahatan di Sentul...terus sebagian pindah deh ke mobilnya Om Har...
Alhamdulillah perjalanan ke Sukabumi lancar, meskipun sempat macet total di jalan raya Sukabuminya...tapi relatif aman dan lancar lah...pas begitu sampe rumah kk, baru deh gerimis turun...
Acara dibuka dari sambutan keluarga ak yang diwakilin sama Om Har dan disambung dari keluarga kk...intinya kita cuma mau ngasih tau kalo Insya Allah, hari bahagia itu jatuh pada :
Hari / Tgl : Minggu, 21 Juni 2009
Akad Nikah : 15.30-18.00 WIB
Resepsi : 19.00-21.00 WIB
Tempat : Masjid Baitul Ilmi,
Dinas Dikmenti Prov. DKI Jakarta
Jln. Jendral Gatot Subroto Kav 40-41, Jakarta
Fuihh....akhirnya acara jawab menjawab lamaran selesai sudah...dan aku seneng banget acara ini direstui oleh keluarga besar...baik keluarga aku dan keluarga kk...I never feel like this before...dimana hubungan aku dan kk sudah melangkah ke jenjang yang bener-bener serius dan segala sesuatunya alhamdullilah berjalan lancar berkat doa dan restu semuanya...
Semoga persiapan dan step by step untuk pernikahan aku ke depannya berjalan lancar dan yang terpenting tetap dapat restu dari keluarga....amin...Labels: Lamaran
8:58:00 PM
Ditulis Oleh : Ir. Drs. Abu Ammar, MM
Agama Islam adalah agama fitrah dan manusia diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini. Karena itu Allah SWT menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Dengan demikian manusia dapat berjalan di atas fitrahnya tersebut.
Pernikahan adalah fitrah kemanusiaan (’gharizah insaniyah’/naluri kemanusiaan). Karena itu Islam menganjurkan untuk menikah. Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu pernikahan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.
Firman Allah Ta’ala: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) ; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus ; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum :30).
Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagi satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi serta sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan pernikahan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik RA berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW: Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik RA berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan beliau bersabda: “Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbanggga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).
Islam menolak sistem ke-’rahib-an’ karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. Sikap itu melawan sunnah dan kodrat Allah Ta’ala yang telah ditetapkan bagi semua mahluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim. Manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah, misalnya ia berkata : “Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup”.
Perkataan ini adalah perkataan yang batil dan bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah memerintahkan untuk nikah. Seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah. Firman-Nya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An-Nur : 32).
Rasulullah SAW menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya: “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (Hadits Riwayat Ahmad, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim dari shahabat Abu Hurairah RA).Labels: pernikahan dalam islam